Sabtu, 20 Maret 2010

KSM TEDUH

0 komentar

Berawal dari uneg-uneg warga, setiap akan menyewa tenda untuk keperluan yang sifatnya mendadak, seperti misalnya untuk kematian, seringkali mengalami kesulitan. Apalagi kalau waktunya bersamaan dengan banyaknya orang yang mempunyai hajat kerja seperti pernikahan, seringkali tenda sudah dipakai/sudah disewa orang. Ada juga yang tendanya ada tapi yang pasang tidak ada. Sehingga harus muter-muter untuk mencari persewaan tenda yang lain, selain menghabiskan energi juga menyita waktu.
Dengan berkaca pada pengalaman tersebut, warga desa Sukoharjo merencanakan pengadaan tenda. Dan P2KP melalui unit sosialnya bisa membantu keinginan warga desa tersebut.
Dengan bantuan dari unit sosial P2KP sebesar Rp. 14.500.000,- akhirnya keinginan warga untuk mempunyai tenda sudah terwujud,dengan membentuk KSM Teduh. Dengan ketua Bpk. Partono SPd, KSM Teduh membeli pengadaan tenda dengan ukuran 6x9 meter, dengan bentuk melengkung.
Sampai saat ini tenda yang disimpan di balai desa Sukoharjo sudah beberapa kali dipergunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk kematian, acara pernikahan, dan yang terakhir kemarin untuk acara sedekah laut dukuh jarakan.
Untuk pemakaian tenda mestinya tidak harus gratis tis… sebab untuk memasang tenda diperlukan tenaga, paling tidak untuk membayar ongkos pasang, dan juga biaya perawatan. Sebab tanpa perawatan, bukan tidak mungkin tenda yang dibeli dengan mahal tersebut akan berumur pendek. Sayang kan.. jadi dimohon kepada yang mau meminjam tenda, mau memasukkan kas untuk biaya perawatan tenda

Kamis, 18 Maret 2010

KSM MULUS

2 komentar

KSM MULUS dengan ketua Bpk Zaenal mempunyai kegiatan menutup saluran air dengan plat beton, dilokasi RT 02 RW II, dukuh Kasingan Desa Sukoharjo. Pembangunan penutup saluran air ini menghabiskan dana sebesar Rp. 17.426.500,- dengan mendapat bantuan dari P2KP sebesar Rp.13.405.000.-. Sedangkan swadaya dari masyarakat sebesar Rp. 4.021.500,-.
Alasan dibangunnya penutup saluran air ini adalah supaya lingkungan menjadi aman, karena lubang saluran air dapat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi anak-anak. Selain itu juga supaya lingkungan terlihat lebih indah, enak dipandang mata.
Panjang saluran yang di tutup adalah sekitar 145 meter, dengan volume 6,22 m3, di dua lokasi. Lokasi pertama didepan balai desa Sukoharjo, dan lokasi kedua di lorong antara rumah Bpk Cipto Hartono dan Bpk Sutadi yang semula terlihat kumuh karena banyak tanaman liar, sekarang sudah terlihat rapi. Penutup saluran tersebut juga dapat juga berfungsi sebagai jalan setapak.