Senin, 19 Juli 2010

Peran KSM

1 komentar
  1. Memperoleh amanat masyarakat untuk mengelola kegiatan infrastruktur yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
  2. Mengikuti coaching/OJT yang dilaksanakan UPL/faskel baik terkait teknis infrastruktur, administrasi maupun pembukuan keuangan KSM
  3. Memastikan prasarana yang dibangun tidak boleh menimbulkan dampak lingkungan san sosial
  4. Melakukan musyawarah untuk membentuk Organisasi Pemanfaat dan Pemelihara (O&P)
  5. Menyampaikan jadwal kerja, rencana pengadaan bahan/alat, rencana pemeliharaan, rencana tenaga kerja, tim pelaksana kegiatan yang lebih rinci kepada UPL sebelum MP2K/PCM
  6. Melaksanakan musyawarah pengadaan bahan/alat, musyawarah pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan meastikan tim O&P turut serta dalam MP2K
  7. Membangun prasarana dengan kualitas baik dan bermanfaat sesuai persyaratan teknis
  8. Membuat papan nama/informasi proyek sehingga dapat diketahui oleh masyarakat umum
  9. Membuat administrasi termasuk photo-photo, laporan pertanggungjawaban kegiatan dan mengarsipkannya
  10. Melakukan penggantian atau perbaikan prasarana yang diperintahkan oleh konsultan/UPL selama proses konstruksi berlangsung
  11. Mendorong peningkatan swadaya masyarakat, minimal merealisasikan seluruh swadaya yang telah disepakati sebelumnya
  12. Mendorong pelibatan masyarakat sebanyak-banyaknya dalam pelaksanaan kegiatan
  13. Dana BLM tidak boleh dipakai untuk biaya ganti rugi apapun
  14. Aktif melakukan penyelesaian permasalahan yang mungkin muncul akibat pelaksanaan kegiatannya

Minggu, 18 Juli 2010

Peran UPL

0 komentar
  1. Memfasilitasi pembentukan Organisai Pengelola O&P setiap KSM (Tim Pengelola dan Rencana Kerjanya).
  2. Menyelenggarakan Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Konstruksi (MP2K) bagi semua KSM Lingkungan.
  3. Menyiapkan dan memfasilitasi penandatanganan Surat Perjanjian Pemanfaatan Dana Lingkungan (SPPD-L) antara BKM dengan KSM pelaksana kegiatan Lingkungan.
  4. Bersama Faskel/Askot Infra memfasilitasi kegiatan Coaching atau On The Job Training (OJT) kepada KSM.
  5. Menfasilitasi dan menverikasi administrasi pencairan dana kepada KSM (RPD, LPD, BA Pembayaran).
  6. Merekomendasi dan memfasilitasi pencairan dana kepada Panitia.
  7. Menyusun Tim, Jadwal dan melaksanakan Pengadaan Bahan/Alat secara Terbatas (Bernilai diatas Rp. 15 juta) yang dibutuhkan oleh KSM (bila ada).
  8. Menfasilitasi, mengawasi dan mengkoordinir seluruh pelaksanaan kegiatan Panitia/KSM termasuk memberikan penguatan teknik konstruksi maupun administrasi kegiatan.
  9. Menyelenggatakan rapat-rapat evaluasi rutin bersama KSM untuk mengevaluasi kemajuan kegiatan infrastruktur dan mendorong upaya-upaya percepatan penyelesaian kegiatan lapangan.
  10. Bersama Faskel Teknik dan KSM melakukan Opname pekerjaan dilapangan.
  11. Memastikan seluruh kegiatan KSM tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial.
  12. Memfasilitasi penyusunan dan memverikasi laporan-laporan kegiatan KSM (Harian, Mingguan, LPJ, termasuk photo-photo dokumentasi).
  13. Memfasilitasi dan merekomendasikan perubahan (amandemen) SPD-L akibat adanya perubahan pekerjaan dilapangan (bila ada).
  14. Membuat dan menyampaikan laporan perkembangan kemajuan pekerjaan infrastruktur kepada BKM.
  15. Memastikan semua infrastruktur memenuhi persyaratan teknis (Bangunan berkualitas baik/kuat & tahan lama, bermanfaat/ berfungsi dan ada O&P termasuk Rencana Kerjanya)/
  16. Bersama Faskel/Askot Onfra dan pihak KSM melakukan Sertifikasi Kegiatan (termasuk membuat BAP2-nya)
  17. Memfasilitasi Peningkatan Swadaya Masyarakat.
  18. Menyelenggarakan rembug/musyawarah pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan KSM.
  19. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang mungkin muncul ditingkat kelurahan/desa, termasuk merekomendasikan sanksi/peringatan atas pelanggaran pemanfaatan dana dan atau pelanggaran atas ketentuan-ketentuan dalam SPPD-L

Peran BKM

0 komentar
  1. Memfasilitasi KSM dalam Pengadaan Bahan/Alat, terutama pengadaan yang bernilai diatas Rp. 15 juta..
  2. Melaksanakan pencairan dana kepada KSM/Panitia.
  3. Dana BLM tidak boleh dipakai untuk biaya ganti rugi apapun.
  4. Memfasilitasi Peningkatan Swadaya Masyarakat.
  5. Menyelenggarakan rembug/musyawarah pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan KSM.
  6. Membuat Surat Perjanjian Pemanfaatan Dana Lingkungan (SPPD-L) dengan KSM pelaksana Kegiatan Lingkungan.
  7. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang mungkin muncul ditingkat kelurahan/desa, termasuk memberikan saksi/peringkatan kepada KSM atas pelanggaran pemanfaatan dana dan atau pelanggaran atas ketentuan-ketentuan dalam SPPD-L.

Minggu, 11 Juli 2010

Penerangan Jalan (KSM Terang)

1 komentar


Desa Sukoharjo termasuk desa yang berada di tengah kota Rembang. Tentunya penerangan baik di rumah warga maupun penerangan jalan, tidak merupakan masalah, malah bisa dibilang sudah padang jingglang. Tapi ternyata setelah diamati dengan seksama, ada beberapa tempat yang keadaannya masih gelap atau kurang penerangan. Hal tersebut tentunya membuat para pemakai jalan menjadi tidak nyaman, dan juga menjadikan daerah tersebut menjadi tidak aman. Menyadari hal tersebut BKM Asa Mulia merasa perlu mengadakan penerangan jalan di tempat-tempat tersebut.
Dengan KSM Terang sebagai pelaksana, bantuan dari PNPM Mandiri berupa lampu penerangan jalan bisa dipasang. Jumlah lampu yang dipasang di tempat-tempat yang dianggap masih gelap tersebut ada 17 buah. Dengan perincian 9 buah dipasang di dukuh Kasingan dan 8 buah di dukuh Jarakan.
Pada awalnya stroom dari lampu tersebut diharapkan bisa diambilkan dari PLN langsung, tapi karena sulitnya mengurus ijin, maka diambil kebijakan stroom diambil dari rumah warga yang kebetulan berada di dekat lokasi dimana lampu penerangan jalan tersebut dipasang. Dengan kesadaran yang tinggi, warga tidak keberatan diambil stroom untuk lampu tersebut, karena manfaatnya untuk orang banyak.

Pelatihan Komputer

1 komentar


Seiring kemajuan tekonologi, penggunaan komputer sudah menjadi bagian dari manusia yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari hal tersebut BKM Asa Mulia melihat potensi yang ada di Desa Sukoharjo, yaitu banyaknya anak muda yang perlu mendapatkan pengetahuan tentang komputer yang diharapkan bisa menjadi bekal nantinya di masa datang.
Untuk itu BKM Asa Mulia merasa perlu melakukan pengadaan komputer dan juga sekaligus pelatihan komputer bagi anak-anak usia sekolah di Desa Sukoharjo. Dan dengan bantuan dari PNPM Mandiri, BKM Asa Mulia mendapat 1 unit komputer lengkap yang diharapkan bisa digunakan untuk pelatihan atau kursus.
Setelah dilakukan pendataan atau pendaftaran bagi anak-anak yang bisa mengikuti pelatihan komputer, tercatat ada 15 orang yang akan mengikuti. Dengan 1 unit komputer dan dengan peserta 15 orang, tentu akan kesulitan dalam pelatihan karena untuk mengerti tentang komputer tidak mungkin hanya dengan teori, harus dengan praktek langsung. Untuk mengatasi hal tersebut, BKM berkoordinasi dengan pihak Pemdes, dan Pemdes akhirnya meminjamkan 1 unit komputer milik desa untuk digunakan. Lebih bersyukur lagi karena ada bantuan dari warga dengan meminjamkan laptop miliknya untuk digunakan dalam pelatihan komputer.
Waktu pelatihan 2 bulan dengan tiap minggu diadakan pertemuan sebanyak 2 kali. Dan setelah pelatihan komputer peserta mendapat piagam atau sertifikat yang diharapkan dapat digunakan untuk lampiran bila melamar pekerjaan.

Pemberian Gizi Balita dan Manula

0 komentar


Seperti diketahui warga Desa Sukoharjo sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai nelayan. Penghasilan warga nelayan rata-rata hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari.
Tentang gizi balita meskipun selama ini masih tercukupi, dan alhamdulillah tidak ada bayi yang gizi buruk, tapi BKM Asa Mulia menilai perlu adanya pemberian gizi tambahan, sebagai upaya pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pola kehidupan warga nelayan yang bisa dikatakan masih tidak teratur, dikuatirkan suatu saat mengalami masa paceklik, atau istilahnya laip, soal gizi balita kurana mendapat perhatian.
Dengan bantuan dari ibu-ibu PKK, BKM Asa Mulia membentuk KSM yang mengurusi pemberian gizi pada balita kepada warga yang kurang mampu. Bantuan dari PNPM Mandiri dibelikan sejumlah makanan yang bergizi tinggi, yang diharapkan dapat meningkatkan mutu hidup dari balita.
Selain balita, pemberian sejumlah makanan bergizi juga diberikan kepada para manula. Karena dengan usianya yang sudah lanjut, mereka tidak lagi bisa maksimal dalam bekerja. Bahkan ada sebagian yang tidak lagi mampu untuk bekerja, sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka mengalami kesulitan.
Diharapkan dengan bantuan ini warga bisa hidup dengan sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.