Jumat, 27 Januari 2012

Jalan Beton

0 komentar
Pembuatan jalan beton di wilayah RW 1 Dk. Jarakan, di RT 1, 2, dan 3 mendapat bantuan dari PNPM MP sebesar Rp. 24.699.000. Dana sebesar itu bukan untuk membuat hanya satu jalan, tapi beberapa jalan di tiga wilayah RT. Supaya sesuai dengan peruntukannya, dana itu dibagi menjadi 3, di bagi per RT masing-masing sesuai dengan volume pekerjaan di wilayah tersebut.

Untuk wilayah RT 1 dengan volume pekerjaan 98,25 m3 dana yang diperoleh Rp. 4.523.000. Untuk swadaya Rp. 561.000. Wilayah RT 2 volume pekerjaan 123,7 m3 dengan dana Rp. 9.567.000, swadaya Rp. 2.272.000. Sedangkan di RT 3 volume 262,7 m3, dana swadaya Rp. 2.611.000 dan BLM Rp. 10.457.000.

Sebetulnya untuk di RT 2 rencana semula selain jalan beton juga akan rehap selokan, karena selokan yang ada relatif kecil, kalau ada air yang melebihi kapasitas misalnya pada waktu hujan deras yang cukup lama, air akan meluber sehingga masuk ke dalam rumah penduduk. Tapi karena belum mendesak, lagipula bangunan selokan yang ada relatif masih baru dan masih baik, maka rehap selokan dibatalkan dan diganti dengan jalan beton.

Diharapkan pada periode selanjutnya pihak KSM benar-benar mempertimbangkan untuk mengajukan apa saja yang akan dibangun, supaya tidak lagi ada pengalihan pekerjaan. Karena bagaimanapun juga untuk pengalihan pekerjaan dibutuhkan tenaga ekstra keras, terutama pikiran karena pada laporan pertanggungjawaban dibutuhkan berita acara pengalihan, dan juga perhitungan RAB yang tentu saja berbeda. Sebisa mungkin hal tersebut dihindari karena akan merepotkan.

Untuk kegiatan di RT yang lain semua berjalan lancar. Dan diharapkan dengan adanya jalan beton yang sudah baik, tidak lagi berlubang dan becek, kegiatan ekonomi warga di wilayah yang di bangun jalan beton akan berjalan lancar, tidak terganggu transportasinya.

Minggu, 22 Januari 2012

RWT 2012

0 komentar

Rembug warga tahunan anggaran tahun 2011 telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Januari 2012, di Balai Desa Sukoharjo Rembang. Dihadiri oleh semua unsur, Pemdes, BPD, LPMD, RW, RT, dan juga dari BKM, KSM, dan tentu saja Faskel. Selain itu tokoh masyarakat dan unsur dari PKK juga diundang untuk menghadiri RWT yang merupakan forum tertinggi dalam kegiatan P2KP di tingkat desa.

Pimpinan sidang RWT, Bp. Dani Puspiyanto, SP, membacakan tata tertib sidang dan juga memberikan waktu kepada peserta sidang, untuk memberikan tanggapan jika nanti dalam laporan pertanggungjawaban BKM dirasa ada yang kurang atau menyimpang dari yang sebenarnya.

Koordinator BKM Asa Mulia, Bp. Partono, S.Pd dalam laporan pertanggungjawabannya di depan sidang RWT mengatakan telah melaksanakan kegiatan pembangunan fisik di dua lokasi yaitu RW 1 dan RW 2. Untuk RW 1 berupa jalan beton, lokasi di 3 RT yaitu RT 1, RT 2, dan RT 3. Dana dari BLM Rp. 24.699.000 dan swadaya masyarakat Rp.6.355.000. Dengan volume bangunan 98 m3.

Sedangkan di RW 2, kegiatan berupa lampu penerangan jalan di wilayah RT 1. Lampu penerangan berupa neon 24 watt berjumlah 23 unit, di pasang disepanjang jalan dan gang yang berada diwilayah RT 1 RW 2. Dana BLM untuk kegiatan ini RP. 5.301.000. Sedangkan swadaya masyarakat Rp. 1.251.000.

Sedangkan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2012, dana dari APBD sejumlah Rp. 5 juta akan digunakan untuk pembangunan kiwan atau MCK. Lokasi di RT 3 RW 1. Sedangkan dana dari APBN sejumlah Rp. 100 juta, sesuai dengan peruntukannya yaitu untuk kegiatan fisik, ekonomi dan sosial. Untuk fisik disepakati dalam RWT akan dibangun polides atau poklinik desa. Lokasi di RT 3 RW 1. Sedangkan bangunan polides yang sudah ada di kompleks balai desa akan ditukar guling untuk kantor BKM.

Akhirnya semua sepakat, dan laporan pertanggungjawaban BKM diterima oleh forum tertinggi yaitu RWT (Rembug Warga Tahunan) Desa Sukoharjo. Dengan demikian kepengurusan BKM periode 2010-2013 dibawah komando koordinator BKM Bp. Partono, S.Pd dapat terus berjalan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan PNPM Mandiri di desa Sukoharjo.. Akhirnya sidang ditutup...

Selasa, 10 Januari 2012

Ketua RT

0 komentar

Akhirnya secara aklamasi terpilih Bp. Rihandoko Eli S, SH sebagai ketua RT 2 RW 2 Ds. Sukoharjo yang baru menggantikan Bp. Ir. Suratmin, yang telah dua periode menjadi ketua RT selama lebih kurang 7 tahun. Pemilihan ketua dan pengurus RT baru bersamaan waktunya dengan pertemuan rutin bapak-bapak dan arisan yang dilaksanakan sebulan sekali. Kebetulan pertemuan kali ini bertempat di rumah ketua RW 2, Bp. HM. Anshori. Sebetulnya pemilihan ketua RT sudah diagendakan bulan lalu, tapi karena waktu itu yang hadir tidak memenuhi kuorum, pemilihan diundur pada bulan ini.

Dari beberapa kandidat kuat untuk menjadi ketua RT, ternyata pas pelaksanaan pemilihan memilih tidak datang. Atau datang dengan perwakilan. Hal ini mungkin disebabkan enggan untuk dipilih menjadi ketua, atau ada alasan lain yang kita tidak boleh berandai-andai karena kesibukan orang kita tidak tahu. Begitu juga dengan bapak-bapak yang hadir, begitu pimpinan pemilihan Bp. HM. Anshori menunjuk salah satu orang yang hadir, dengan sigap bapak-bapak tersebut berkelit, menolak untuk menjadi ketua RT.

Sebetulnya menjadi ketua RT di wilayah RT 2 RW 2, boleh dibilang tidak terlalu sulit, karena mayoritas warga di wilayah ini adalah PNS dan pensiunan. Konflik antar warga juga sangat jarang terjadi. Boleh dibilang menjadi ketua RT karo merem ae iso.. Tapi entah kenapa banyak warga yang sepertinya kipo-kipo untuk menjad ketua RT. mungkin karena wegah, sebab kalau dilihat dari track record mereka sangat mumpuni.

Ketua RT terpilih Bp. Rihandoko dalam sambutannya mengatakan akan bekerja sebaik mungkin, demi kemajuan RT. Beliau juga menyadari bahwa pengalaman memimpin RT adalah nol putul, artinya belum punya pengalaman sedikitpun. Maka dari itu, bantuan dan dukungan dari warga sangat diharapkan. Kritik dan saran akan diterima dengan baik demi kemajuan.

Dalam pemilihan tersebut juga disepakati bahwa masa jabatan pengurus RT adalah selama 3 tahun. Selain ketua RT, juga dipilih pengurus RT yang lain. Bp. Zaenal Abidin sebagai bendahara menggantikan Bp. Suhandaka, kemudian Bp. Ragil Prasetyo sebagai sekretaris menggantikan Bp. Dani Puspiyanto.

Minggu, 08 Januari 2012

Poskamling

0 komentar


Bagi sebagian orang, berpindah tempat tinggal merupakan hal yang biasa. Atau juga karena terpaksa, disebabkan oleh hal-hal yang diluar kemampuannya. Misalnya saja bagi orang yang belum mempunyai tempat tinggal tetap atau rumah sendiri. Kontrak rumah baik yang tahunan atau sewa bulanan merupakan pilihan terakhir. Tentu saja mereka harus siap jika sewaktu-waktu harus pindah. Bisa karena kontraknya habis, tidak kuat lagi membayar sewa dan mencari yang lebih murah, atau rumahnya akan dipakai sendiri oleh pemiliknya.

Pekerjaan juga bisa membuat orang berpindah tempat. Karena tugas atau sebab lain mereka harus pindah ke tempat lain, bisa dalam kota, luar kota, bahkan antar propinsi. Misalnya saja tentara atau polisi, mereka harus siap ditempatkan dimana saja.

Tapi tidak dengan yang satu ini. Pos Kamling.. Mungkin ini adalah rekor baru bagi pos kamling yang sering berpindah tempat. RT 2 RW 2 Ds. Sukoharjo mempunyai sebuah pos kamling yang cukup unik. Dari bentuk mungkin biasa saja. Sama dengan pos kamling pada umumnya, tidak ada yang istimewa. Tapi satu hal yang menarik pada pos kamling ini adalah seringnya berpindah tempat.

Setiap pergantian ketua RT, bisa dipastikan pos kamling akan berpindah tempat. Bukan sengaja atau kehendak Ketua RT yang baru, tapi dikarenakan kondisi yang mengharuskan pos kamling tersebut harus pindah tempat. Misalnya tanah kosong yang sebelumnya ditempati akan didirikan bangunan, atau tanah tersebut dijual dan pemilik tanah yang baru tidak menginginkan ada bangunan lain di tanahnya miliknya.

Bahkan saat ketua RT di jabat oleh Bp. Ir. Suratmin, pos kamling tersebut berpindah tempat lebih dari 5 kali. Mulai dari di depan rumah yang akan di bangun Rumah Makan Pesisier, terpaksa di pindah ke tanah kosong di selatan Balai Desa. Karena gelap tidak ada saluran listrik, kemudian dipindah di tanah kosong sebelah RM. Pesisier. Lama-lama rumah makan tersebut membutuhkan lahan parkir, dan tanah kosong disebelah utaranya dijadikan parkir. Pos kamling harus mengalah lagi, pindah di depan Balai Desa.

Didepan Balai Desa sebetulnya sudah nyaman, bahkan sempat mengalami renovasi sehingga terlihat lebih ganteng. Tapi karena pembangunan PKD di selatan Balai desa, ya kembali mengalah, pindah lagi ke selatan dekat mushola. Lagi-lagi karena gelap tidak ada saluran listrik, lagipula berada di lokasi lain RT, harus pindah lagi. Kali ini di depan rumah warga yang halamannya cukup luas di pinggir Jl. Noyosentiko. Semoga ini menjadi yang terakhir si Pos Kamling harus berpindah-pindah. Dan yang lebih penting adalah semangat dari para warga untuk menjaga keamanan lingkungan dengan mengadakan ronda

Kamis, 05 Januari 2012

Pelatihan Wirausaha

0 komentar
Tingkat kemiskinan di Kabupaten Rembang masih tinggi, dibanding dengan kota tetangga diwilayah ex Karesidenan Pati. Kabupaten Kudus merupakan daerah yang tingkat kemiskinannya rendah. Hal ini wajar karena Kudus merupakan kota industri, banyak peluang usaha. Sedangkan Rembang boleh dibilang tidak ada pabrik atau perusahaan, sehingga peluang untuk berusaha meningkatkan taraf hidup menjadi lebih sulit.

Itu salah satu hal yang disampaikan oleh Kepala Bapeda Kab. Rembang dalam acara Pelatihan Kewirausahaan yang dilaksanakan oleh PNPM MP Kab. Rembang di Balai Kartini pada hari Kamis 5 Januari 2012. Lebih lanjut beliau menyoroti tentang terjadinya penurunan kualitas pelaksanaan PNPM di desa dibanding dengan tahun sebelumnya. Terutama kinerja UPK karena banyaknya tunggakan yang belum tertagih. Kinerja UPK ini menjadi tolok ukur untuk pemberian bantuan selanjutnya. Untuk tahun 2012 ini ada beberapa desa yang bantuan PNPM nya mengalami penurunan. Hal itu disebabkan banyaknya kredit macet, bahkan ada satu desa yang sama sekali belum atau tidak ada pengembalian kredit. Sehingga potongan bantuan bisa mencapai 50%.

Dalam kesempatan ini, Bapak Heri menjadi pahlawan, karena bagi-bagi hadiah bagi peserta. Beliau menyampaikan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta. Kalau jawaban benar, mereka diberi uang tunai dari dompet pribadi beliau. Ada 2 pertanyaan, apa misi visi Rembang, dan juga 4 Pilar pembangunan. Semua bisa dijawab, dan uang 200 ribu berpindah tangan.

Rabu, 04 Januari 2012

Pelatihan KSM

0 komentar

Serangkaian proses yang harus dilakukan dalam mengembangkan usaha adalah tahapan mempersiapkan hati, pikiran, tekad dan motivasi. Inilah jalan menuju masa depan untuk kehidupan yang berkecukupan dan layak bagi kemanusiaan. Kalau kita berhenti disini, semuanya akan tinggal menjadi angan-angan. Angan-angan tidak mengubah apa-apa. Untuk berubah kita harus ada tindakan. Tindakan akan mengubah angan-angan menjadi kenyataan. Karena itu kita perlu melangkah untuk mengembangkan usaha dengan tindakan.

Itu adalah salah satu hal yang disampaikan oleh tim Faskel tim 03 Rembang kepada warga Sukoharjo, pada pelatihan KSM yang dilaksanakan di Balai Desa pada tanggal 2-3 Januari 2012. Hadir dalam pelatihan tersebut, Pemdes desa Sukoharjo, Koordinator dan anggota BKM, UP-UP dan juga KSM.

Faskel Teknik, Nurul Fitriyah dalam paparannya menjelaskan tentang pentingnya Organisasi Pengelolaan Pemanfaatan dan Pemeliharaan (O&P). Karena dalam pembangunan suatu prasarana perlu dipikirkan tentang pemeliharaan, yang kadang dilupakan. Sing penting ono duit, iso di nggo mbangun hasile apik. Soal engko setahun wis rusak, iku urusan mburi. Suk lak ono dana bantuan ko pemerintah neh... Itu salah satu pola pikir masyarakat yan perlu diluruskan. Dengan gayanya yang khas, mbak Nurul mengajak berinteraksi warga dengan mengadakan tanya jawab. Apa sih O&P itu.

Mbak Susi sebagai Faskel Ekonomi menjelaskan tentang segala hal yang berkaitan dengan UPK. Berkaitan dengan banyaknya kredit macet. Bagaimana trik menghadapi warga yang sulit membayar, semua diulas oleh mbak Susi. Sedangkan Sasturi menerangkan tentang pengelolaan ekonomi rumah tangga (ERT).