Kamis, 17 Desember 2015

Proposal Bantuan Keuangan Propinsi

0 komentar
Desa Sukoharjo, 17 April 2015

KEPADA  
Yth. BAPAK GUBERNUR JAWA TENGAH
c.q. KEPALA BAPERMADES
PROVINSI JAWA TENGAH
DI –
                  S E M A R A N G



Berdasarkan hasil musyawarah Desa Sukoharjo Kec Rembang Kab. Rembang merencanakan kegiatan Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Tahun 2015 untuk pembangunan sarana prasarana dasar dalam mendukung terwujudnya  rintisan desa berdikari/mandiri,  yang dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan  (TPK)  secara swakelola dengan jenis kegiatan sebagai berikut   :

1. Rehab Rumah Tidak Layak Huni dengan volume 6 rumah, lokasi di Dusun Jarakan RT. 01, 02, 03 RW. 01 dana yang dibutuhkan sebesar Rp. 38.000.000;
2. Rencana swadaya masyarakat sebesar Rp. 9.000.000;
3. Biaya Operasional (BOP) sebesar Rp. 2.000.000,- (maksimal 5 %)

Sehubungan dengan hal tersebut, mohon kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah mengabulkan permohonan kami dengan pemberian Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Tahun 2015 sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) sebagaimana Proposal kegiatan terlampir.

Demikian untuk menjadikan periksa dan atas terkabulnya permohonan ini disampaikan terima kasih.


Ketua BPD
Desa Sukoharjo Kec Rembang




MOH. ANSHORI, S.Pd

Kepala Desa Sukoharjo
Kec. Rembang Kab. Rembang




LILIK HARIJANTO


         
                 
   

Rabu, 16 Desember 2015

Melawan lupa

0 komentar
Lama tidak membuka dan mengulik-ulik blog, ternyata aku sudah lupa bagaimana caranya.. Penginnya eksis selalu tapi banyak faktor yang membuat blog ini terbengkelai.. Maap beribu maap.. Semoga saja tulisan ini menjadi awal blog ini kembali eksis, dengan berita dan cerita yang lebih up to date.. Semoga

Minggu, 05 Mei 2013

GUMEG

0 komentar
“Lho ngeniku ndhisik ketok opooo…saiki ketok opo?” omongane Jamuri ngotot koyo wong mangkel atine.  “Wong wis las-lasan taun gak tau ono cluluk piye tah piye…saiki kok dho undhat-undhatan neng tipi…”

Mbah Darmin sing lagek teko neng rondhan semaur  “Kowe ngomong opo leh Jam…ototem neng gulu kok  ngantek ndlojor sak driji-driji…”.

“Niku lho Mbah…tipi kok isine wong dho undhat-undhat…dho mbukak wadine dhewe-dhewe…”  Ternyata Jamuri emosi, mben dino ndelok tipi isine mok berita artis-artis dho gumeg.  “Sing dadi eyang diarani tukang mbodhoni, bojone uakih, nganakno pengajaran sesat…sing ngarani kok yo bekas cantrik-e…lha wong olehe meguru wis taunan kok lagek alok….pripun ngoteniku Mbah?”

“Emboh Jam…pikiraku gak nyandhak…” Mbah Darmin nyauri, ora lali karo ngebulno keluke rokok.  “Mulane kowe tak kandhani…nek lagek apik karo uwong yo ojo dialem kliwat-liwat apike.  Jogo-jogo ngko nek dadi elek ben gak diundhat-undhat….Suwalike nek lagek elek karo uwong yo ojo kliwat-liwat olehe ngelek-elek…jogo-jogo ngko nek dadi apik ben gak patek kisinan…  kabeh pokoke sing wajar-wajar ae…”

Jamuri malah diceramahi karo Mbah Darmin.  “Malah nek iso kowe kudu apikan karo kabeh…sing wis hubungan apik dijogo tetep apik…sing hubunganem gak apik yo ndang gagenan piye carane ben iso apik…..saklumrahe ae…..” Ceramahe berlanjut.

“Mboten Mbah…niki nek umpamane sampeyan diarani  ‘Eyang’ ngoten pripun Mbah?… Matoh iki Mbah ketoke…Eyang Darmin…”  Jamuri nggawe odo-odo, omongane karo nyungar-nyungir.  Bocah-bocah neng rondhan kono malah ngombyongi  “Nggih Mbah…mandhess iku…!!!”

“Haayyaah…ora ono ntut mbirut Eyang-eyangan barang…Kowe seneng nek aku tukaran karo Badi…trus Badi mlebu tipi … jenenge diganti…!!!”

“Lho… diganti sinten Mbah….?”

“Badi bing slamet…..!!!”


http://pinggirprapatan1.wordpress.com/2013/05/01/gumeg/

Jumat, 26 April 2013

Jalan Paving

0 komentar
Dana APBD melalui PNPM Mandiri untuk desa Sukoharjo pada tahun 2012 ini digunakan untuk membangun sebuah jalan paving di wilayah RT. 01 RW. 2 Dukuh Kasingan. Dana APBD yang diterima adalah Rp. 5.000.000,- dan diterima dalam tiga tahap. Tahap 1 sebesar Rp. 1.500.000,- (30%), tahap 2 Rp. 3.000.000,- (60%), kemudian tahap 3 Rp. 500.000,- (10%).

Ketua RT. 01 RW. 2 Bp. Bagijo mengatakan, pembangunan jalan paving di wilayah RT. 01 sangat penting, karena bila musim hujan, jalan yang ada yang selama ini masih berupa tanah selalu tergenang air sehingga mengakibatkan jalan menjadi becek, dan tentu saja menjadi licin. Selain itu juga bila dipandang menjadi tidak nyaman, terkesan menjadi wilayah yang kumuh. Untuk itu sesegera mungkin pembangunan jalan paving ini harus segera dilaksanakan.

Rencana semula pembangunan jalan paving ini melalui tanah milik pribadi warga. Artinya sebidang tanah milik warga tersebut akan terbelah menjadi dua bagian, dipisahkan oleh jalan paving yang akan dibangun. Sejak awal bapak ketua RT menjamin bahwa pembangunan jalan akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Dan bapak RT juga mengatakan akan "ndadani" jika kemudian pemilik tanah tersebut ternyata tidak setuju tanah miliknya dipakai untuk jalan. Tapi karena dari awal tidak ada koordinasi dan komunikasi dengan pemilik tanah tersebut, kegiatan pembangunan jalan sedikit terhambat.

Pemilik tanah itu bukan warga dukuh kasingan, tapi beliau saat ini berdomisili di Solo. Mendengar bahwa tanah miliknya akan dibangun jalan tanpa pemberitahuan sebelumnya, tentu saja beliau tidak setuju dan tidak mengijinkan tanah miliknya dipakai untuk pembangunan jalan. Tentu saja hal ini membuat repot KSM yang melaksanakan pembangunan jalan paving tersebut, karena harus mencari lokasi lain. Tapi untunglah lokasi pengganti untuk jalan paving tersebut ada dan siap di bangun tanpa kendala. Akhirnya pembangunan jalan paving di wilayah RT. 01 bisa berjalan dengan baik, dan selesai tepat waktu. 

Jumat, 21 September 2012

Tutup Saluran

0 komentar
Keinginan warga RT 3 RW 2 untuk menutup saluran, yang berada di sepanjang pinggir jalan Pesantren, akhirnya terwujud. Keinginan yang sebenarnya sudah lama, tapi belum juga terealisasi, disebabkan usulan dari warga tersebut tidak pernah sampai kepada pihak BKM. Karena setiap ada pertemuan yang diadakan oleh BKM yang menghadirkan perwakilan dari masing-masing RT, dari pihak RT 3 selalu saja tidak warganya yang hadir. Sehingga dari pihak BKM sendiri tidak berani melangkah untuk memberikan kegiatan di wilayah RT 3 tersebut. Tapi pada tahun 2012 ini akhirnya selokan yang berada di wilayah RT 3 mendapat jatah untuk ditutup.

Dengan dana bantuan dari PNPM Mandiri sebesar Rp. 9.142.000,- kegiatan penutupan saluran air dilaksanakan oleh KSM RAMES, dengan ketua KSM Bp. Basysyasy. Sedangkan swadaya masyarakat diharapkan oleh KSM karena kegiatan PNPM Mandiri selalu melibatkan masyarakat. Swadaya tidak harus berupa uang, tapi bisa berwujud apa saja. Bisa berupa tenaga, bahan bangunan, atau menyediakan makanan/minuman bagi pekerja. Dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut, volume yang harus dikerjakan sesuai dengan pengajuan proposal adalah panjang 110 m, lebar 60 cm, dan tebal 8 cm. Tapi dari kenyataan yang ada dilapangan, panjang dari selokan tersebut setelah diukur ulang ternyata lebih dari 110 m, yaitu 123 m. Itu belum ditambah dengan kegiatan menutup saluran yang ada di wilayah RT 1 RW 2.

Karena KSM RAMES adalah menutup saluran yang ada di wilayah RT 3, ditambah dengan saluran di wilayah RT 1. Sebetulnya kalaupun mau dan hanya untuk memenuhi volume sesuai dengan proposal, maka kegiatan menutup saluran cukup hanya dilaksanakan di wilayah RT 3 saja. Tapi karena ada beban moral terhadap warga, maka dengan dana yang sedikit minim bahkan ada kecenderungan tuno, penutup saluran di wilayah RT 1 akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.