Kamis, 05 Agustus 2010

Studi Banding

0 komentar
Kayaknya tidak anggota Dewan atau pejabat saja yang hobi studi banding... Baru-baru ini BKM se Kab. Rembang mengadakan studi banding ke Yogja. Tentunya ada alasannya kenapa harus ke Yogja. Selain mungkin karena dianggap BKM di Yogaja sudah maju, juga karena kota tersebut sebagai tempat tujuan wisata.



Jujur saja studi banding tentunya tidak sampai berhari-hari, setengah hari saja sudah cukup. Nah, waktu yang tersisa kan bisa untuk refreshing... Untuk menghibur para anggota BKM dan juga Faskel yang kadang-kadang sirahe ngelu karena banyak permasalahan yang harus dihadapi di desa masing-masing.



Lalu bagaimana dengan hasil studi banding tersebut? Apa yang bisa diterapkan oleh para Faskel dan juga para BKM untuk kemajuan desanya?
Tentunya karena Yogja adalah tempat wisata, banyak yang bisa dibantu oleh BKM untuk menyalurkan kredit melalui UPK. Salah satunya adalah para pedagang. Dengan bantuan modal para pedagang yang tersebar di tempat-tempat kunjungan wisatawan dapat meningkatkan pendapatannya.



Apakah hal tersebut bisa diterapka di Kab. Rembang yang potensi wisatanya kalah jauh dibanding dengan Yogja. Itu yang perlu pemikiran lagi.
Karena selama ini bantuan modal dari BKM lewat UPK bukan untuk penambahan modal, tapi hanya untuk konsumsi. Artinya setelah pinjaman didapat, maka dibelanjakan kebutuhan sehari-hari. Soal membayar angsuran, itu soal belakang....

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar