Raja yang kejam itu mempunyai seorang patih yang baik hati. Patih itu sering mengingatkan tindak tanduk rajanya ,tetapi semuanya tidak didengar oleh raja dengan segala cara patih selalu dan selalu mengingatkan rajanya tapi semuanya tidak ada hasilnya. Raja itu tetap kejam dan bengis.
Dilain pihak rakyat yang sudah terlanjur sakit hati karena raja yang bertindak tidak sesuai dengan kehendak rakyat,kemudian sebagian rakyat kecil berkumpul dan bermusyawarah. Sebagian rakyat ada yang usul untuk pindah tempat dan ada yang mengusulkan untuk berontak melawan raja,yang akhirnya semua rakyat setuju dengan melawan raja. Tapi rakyat tidak lupa dengan patihnya yang baik hati. Mereka mendatangi patih itu dan minta persetujuannya. Tetapi patihpun merasa bingung bagaimana cara mengatasinya karan patih sayang pada rakyatnya juga sayang pada rajanya.
Akhirnya dibuat keputusan untuk menyerang raja dan mereka membuat strategi yang tepat untuk menyerang. Pada hari yang sudah ditentukan rakyat menyerbu Raja Maya Denawa. Sementara itu raja yang mendengar suara-suara bergemuruh diluar segera mengeluarkan kesaktiannya untuk melarikan diri. Suara rakyat yang menyerang dengan berteriak serbu....,serbu....,terus berkumandang. Tetapi rakyat merasa kecewa karena sang raja sudah tidak ada ditempat,melarikan diri rakyat hanya menemui telapak kaki yang miring dan mereka berteriak telapak miring.....,telapak miring.....,kata-kata itu diucapkan berulang-ulang sehingga terdengar suara tampak siring......,tampak siring.....,yang akhirnya sekarang menjadi nama sebuah desa yaitu desa tampak siring.
Sementara itu raja yang merasa belum kalah dengan rakyatnya berhenti disuatu tempat dan menancapkan kerisnya dengan harapan bisa keluar air yang beracun supaya rakyat yang mengejarnya kalau haus minum air beracun itu. Memang benar rakyat yang kehausan itu sampai ditempat air dan akan meminumnya tetapi patih yang tau semua itu dari belakang berteriak supaya rakyat tidak meminumnya. Patih itu menancapkan pusakanya ditengah-tengah air tuk itu. Akhirnya patih menyuruh rakyatnya untuk minum dan mandi sambil berteriak-teriak Tirta Empul.....,Tirta Empul.....
Sementara itu raja yang masih diatas bukit menyaksikan semuanya yang akhirnya Raja Maya Denawa melarikan diri entah kemana tidak ada yang tau. Akhirnya tempat menancapnya keris itu dinamakan tempat pemandian TIRTA EMPUL dan diatas berdirinya Raja Maya Denawa sekarang didirikan Istana Tampak Siring yang ada di pulau Bali.













coba kalo namanya gak disamarkan,pasti kita punya istana yang sama seperti di itali..ganti wae namanya..istana tampak miring..menara miring ato apalah..kalo ada poptony pasti lebih bagus.